Rengat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu biasanya disingkat Inhu. Dulunya Rengat menjadi ibukota Kabupaten, tapi sekarang waktu aku ke sini ibukotanya pindah ke Pematang Reba. Tapi walaupun begitu tetap aja pusat perekonomian, pendidikan, dan yang lebih ramai ada di Rengat. Yang disbut ramai itu jangan disamakan dengan kata ramai di jawa lho. Waktu pertama kali sampe bayanganku tentang hutan belantara hilang. Aku liat bahwa Rengat memiliki tata kota yang cukup rapi dengan jalan aspal hotmix yang mulus dan terlihat baru (kata temenku beberapa bulan sebelumnya jalannya masih ber
Dari segi suasana tentu saja sangat njomplang dibandingkan Jakarta dan Semarang. Tapi aku sih suka-suka aja karena di sini suasananya tenang. Suhu di sini panas juga samalah kaya di Semarang. Pertama yang saya harus adaptasi adalah masalah makanan. Di sini adanya masakan padang semua. Penuh dengan pedas, asin, dan santan yang kental. Selama satu minggu pertama aku coba untuk menghajar semua masakan dan sambal yang pedas itu tapi tepat pada akhir minggu aku merasa sakit perut sehingga harus ke tempat penyucian (WC) berkali-kali. Tapi setelah kuobati dan sembuh Alhamdulillah sampe sekarang ngga pernah lagi bermasalah.
Di sini tu ternyata banyak banget orang jawa bahkan katanya temenku populasi terbanyak adalah orang jawa trus orang minang dan baru orang melayu asli rengat. Memang katanya dulu jaman setelah kemerdekaan banyak orang jawa yang jadi tentara kesini, trus ditambah lagi jaman orde baru para transmigran. Jadi ngga salah klo ada orang jawa ke sini itu bukan karena nyasar. Klo masuk ke pasar (kebetulan letaknya tepat di depan kantorku) maka akan terdengar suara2 berbahasa jawa, walaupun yang ngomong itu adalah mbah2 yang yang udah puluhan tahun atau bahkan lahir di sini.
Dari segi perekonomian di sini lumayan bagus lah, ruko2 banyak banget yang jual elektronik, optik,apotik, jual pulsa (eh ada yang aneh lho di sini banyak konter yang cuma jual pulsa telkomsel aja, padahal xl dan indosat udah ada). Dari segi harga sih apa2 memang lebih mahal, kaya PS2 yang saya impikan harganya 1,9 juta. Klo barang elektronik yang lain aku ngga tau soalnya target utamaku PS2.
Aku sempet kaget waktu jalan2 muter2 Rengat, ternyata tidak ada 100 meter dari kosanku dan kantor ada sungai yang gede banget. Aku mikir klo sungainya sebesar ini meluap ya pasti seluruh kota bisa kelep/ tenggelam. Sungai ini namanya Indragiri Hulu makanya Kabupatennya dinamai Inhu dan di bagian hilir sungai ini nama kabupatennya Indragiri Hilir (Inhil). Sungai Inhu mengelilingi Rengat letter L sehingga kota ini seakan mentok karena sungai ini. Di seberang sungai ada daerah namanya Kampung Seberang untuk ke sana harus naik perahu. Dulu tu ada jembatan gantung, tapi karena mau dibangun jembatan yang lebih besar dan kuat dengan bodohnya jembatan yang lama di hancurkan lebih dulu dan jembatan yang baru sampe sekarang belum jadi karena pembangunannya macet. Jadi ya sekarang orang klo mau nyebrang harus naik perahu. Sebenarnya ada jembatan yang besar yang udah jadi, tapi letaknya ada di pinggir kota dan klo mo lewat sana harus muter jauh bget sehingga orang2 pada males dan milih tuk pake perahu aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar